Apa Kata Via Vallen, Soal Hukuman Kebiri

Read Time1 Minute, 28 Seconds

Sukses jadi penyanyi dangdut, nama Via Vallen tentunya su-dah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Penampilan penyanyi dangdut asal Jawa Timur ini kerap menjadi sorotan.

Perjuangan Via Vallen menjadi seorang penyanyi dangdut muda yang populer tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Mulai dari ngamen, ditangkap Sat-pol PP, hingga bernyanyi dari satu pang-gung ke panggung lain dengan bayaran puluhan ribu pun pernah ia alami. Namun, itu semua tidak membuatnya menyerah begitu saja.

Berita tentang penerapan huku-man kebiri kimia kepada pemerkosa sembilan anak di Mojokerto, Jawa Timur, membetot perhatian semua kalangan. Pedangdut Via Vallen pun turut berkomentar terkait kasus tersebut.

Wanita kelahiran Surabaya, 27 tahun silam, itu mengunggah suntingan berita kasus tersebut ke Instagram. Via Vallen menuliskan pendapatnya pada unggahan tersebut.
“Kok sedih yaaa liat be-rita di tv hari ini tentang pe-merkosaan terhadap 9 anak di bawah umur,” tulis Via Vallen, dikutip pada pada Rabu 28 Agustus 2019.

Menurut pedangdut yang memopulerkan tembang Sayang tersebut, hukuman kebiri kepada pe-merkosa sembilan anak itu memang menuai pro dan kontra karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Namun, Via berusaha menilai dari sudut pandang anak-anak yang menjadi korban pemerkosaan.
“Hukuman kebiri untuk pelaku pun terjadi pro kontra karena dianggap melang-gar HAM. Apakah pelaku pemerkosaan 9 anak ini tidak melanggar HAM? Mohon pencerahannya,” tutur wanita bernama asli Maulidia Octavia tersebut.

Unggahan Via Vallen pun langsung mendapatkan respons warganet. Ada yang mendukung dan setuju pernyataan Via Vallen, tapi tak sedikit pula yang tak sependapat dengan hukum kebiri untuk pemerkosa.
“Tersangka selalu dibela HAM nya tp di sisi korban gak dilihat apa ya HAM nya miris dan sedih,” tulis akun @agungtop21.
“Via vallen, kalau kebiri terlalu fatal, hidup segan mati tak mau, banding dulu ga asal memutuskan cantik, mungkin lagi kemasukan syetan pengaruh miras jadi kilaf,” tulis akun @yonosumar123.
“Pemerkosa pelanggar HAM tidak pantas mendapatkan pembelaan HAM,” tulis akun @ocheatz.(*)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *